Mengapa Wall Street Bergantung pada ETH?

by:NeonLattice7x1 bulan yang lalu
381
Mengapa Wall Street Bergantung pada ETH?

Transformasi Tenang

Saya menyaksikan perdagangan dalam diam—bukan sorak trader, tapi keseimbangan laporan keuangan. SharpLink (SBET), dulu operator kasino online, kini memegang lebih dari 205k ETH—nilai melebihi pendapatan lama. Ini bukan keberuntungan, tapi keyakinan Joseph Lubin: “ETH bukan aset; ia adalah likuiditas baru.” Ia tidak membeli crypto—ia membeli sistem.

Pertambangan yang Bukan

BitMine (BMNR) dulu penambang Bitcoin di Texas, mendinginkan server di bawah utang dan isolasi. Lalu datang Thomas Lee: “Stablecoin adalah ChatGPT untuk keuangan.” Prediksinya bukan tentang target harga—tapi gravitasi struktural. ETH bukan volatil di sini; ia adalah jangkar yang tak bergeser saat dolar meleleh.

Infrastruktur Kepercayaan

BTCS tidak mengejar tren—ia membangun node sejak 2011. Charles Allen tidak butuh hiper untuk memegang 14k ETH; ia tahu bukti-stake adalah tata kelola yang direvisi sebagai kode. Ketika Anda质押 ETH, Anda tidak sedang menaruh token—Anda sedang memvalidasi kebenaran.

Arsitek Reluktan

Bit Digital (BTBT)’s Samir Tabar pernah mengoptimalkan USDT di Ethereum—and now owns 100k+ ETH karena ia melihat apa yang lain lewat: blockchain bukan fintech—it’s financial morphology reshaped by code.

NeonLattice7x

Suka67.09K Penggemar186

Komentar populer (1)

บีมเมืองสีม่วง

ETH ไม่ใช่เงินสด… มันคือลมพัดผ่านบัญชีธนาคารที่ปิดเงียบ! เห็นคนอื่นลงทุนกับ USDT แล้วตัวเองกลับถือ ETH เป็น “ความจริง”? ฮ่า! เงินดอลลาร์ละลายเหมือนไอศครีมในเซิร์ฟเวอร์เย็นๆ ส่วนเราเล่นเกมกับ blockchain แทนการพนัน… เราเล่นกับ “ความโปร่งใส”! 🤫 อันไหนว่าจะรวย? มาโหวตเลย — กด Like ถ้าคุณเคยเห็น “คนที่เข้าใจ” ก่อนจะซื้อ!

642
66
0