Elon Musk dan Demokrasi Blockchain

Suara yang Tenang
Saya tidak mendengar teriakan. Saya mendengar keheningan—lalu data. Pada 5 Juli, Elon Musk memposting jajak sederhana: Apakah AS harus mengganti sistem dua partai dengan sesuatu yang baru? Bukan ‘partai’ seperti yang kita kenal—tapi protokol. 124,9K orang merespons. 65,4% menjawab ya. Bukan karena amarah. Bukan karena kemarahan. Tapi karena kelelahan.
Konsensus Lebih dari Koalisi
Ini bukan tentang Trump atau Biden. Ini tentang arsitektur—kode dasar demokrasi yang berjalan di rantai, bukan di rapat atau iklan. Sistem lama rapuh: pilihan biner yang menyamar sebagai opsi, membeku dalam inertia institusional. Bagaimana jika tata cara berasal dari lobi elit—tapi dari masukan transparan dan dapat diverifikasi? Blockchain bukan hanya untuk uang—tapi untuk kepercayaan.
Sang Oracle Melankolis Berbicara
Saya berasal dari Austin—not karena kita obsesif teknologi, tapi karena di sini, langit luas dan keheningan berbicara lebih keras daripada kebisingan. Pekerjaan saya bukan memprediksi tren—tapi memetakan logika di balik hingar.
BeeArch87
Komentar populer (4)

Sei que o Elon Musk quer trocar o sistema político por um NFT… mas afinal é só um smart contract com saudade? 🤔 Em Lisboa, até os avós da nossa avó dizem que “democracia não se compra em mercados” — mas se escreve em código aberto. Seis por cento disseram sim… e eu disse: “Mas onde está o meu café?” ☕️ Acho que um voto na blockchain é mais digno que um meme no Twitter. E tu? Votarias num protocolo ou continuas a deslizar no algoritmo da tua mãe?



